INFRASTUKTUR

Komitmen Pembangunan Kalteng: Infrastruktur dan SDM Tak Terganggu Efisiensi Anggaran

Komitmen Pembangunan Kalteng: Infrastruktur dan SDM Tak Terganggu Efisiensi Anggaran

JAKARTA - Di tengah tekanan untuk mengefisienkan belanja daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memilih strategi redistribusi anggaran yang berfokus pada pembangunan riil dan kesejahteraan masyarakat. Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa meskipun anggaran dipadatkan, sejumlah program prioritas seperti pembangunan infrastruktur dan program unggulan Satu Rumah Satu Sarjana tetap berjalan dan tidak dihapuskan. Pernyataan ini disampaikan dalam silaturahmi dan dialog bersama awak media di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, akhir Januari 2026.

Kebijakan efisiensi anggaran bukan berarti menghentikan program penting. Agustiar mengilustrasikan pendekatan ini sebagai tantangan untuk memastikan setiap rupiah anggaran dipakai lebih optimal dan tepat sasaran, terutama saat menghadapi keterbatasan fiskal.

Strategi Efisiensi Tanpa Mengorbankan Program Pembangunan

Gubernur menjelaskan bahwa langkah efisiensi anggaran dilakukan melalui evaluasi menyeluruh pada pos-pos pengeluaran yang berdampak minimal terhadap kebutuhan langsung masyarakat. “Efisiensi anggaran kami sikapi dengan melakukan evaluasi dan pengurangan belanja yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti perjalanan dinas, belanja alat tulis kantor, kegiatan di hotel, dan pengeluaran sejenis lainnya,” ujar Agustiar Sabran.

Menurutnya, dengan memangkas komponen belanja yang tidak langsung berkaitan dengan pelayanan warga, alokasi anggaran bisa lebih diprioritaskan pada hal yang nyata dan dirasakan masyarakat. Ini termasuk pembangunan infrastruktur fisik di berbagai daerah di Kalteng yang menjadi “tulang punggung” mobilitas dan konektivitas daerah.

Pendekatan ini menurut Gubernur justru membuka ruang untuk memastikan program berjalan lebih optimal dan tepat sasaran, sekaligus menegaskan kembali komitmen pemerintahan di bawah kepemimpinannya.

Infrastruktur Tetap Jalan: Fisik dan Kualitas Hidup Warga

Walaupun anggaran daerah mengalami efisiensi, Gubernur memastikan bahwa pembangunan infrastruktur tetap dilanjutkan. Fokusnya bukan sekadar melanjutkan proyek fisik, tetapi juga memastikan kualitas pelaksanaan dan dampak sosial ekonomi program tersebut.

Program pembangunan infrastruktur yang dimaksud mencakup berbagai kegiatan fisik yang mendukung peningkatan konektivitas antar wilayah, fasilitas publik, dan sarana penunjang kesejahteraan masyarakat. Perbaikan jalan, jembatan, sarana sanitasi, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan menjadi bagian dari upaya prioritas tersebut.

Agustiar menegaskan bahwa meskipun berada dalam keterbatasan anggaran, pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan warga tetap menjadi titik berat kebijakan. Program infrastruktur dipastikan tetap berjalan di berbagai daerah di Bumi Tambun Bungai, tanpa mengurangi substansi kegiatan.

Pendidikan sebagai Investasi Jangka Panjang: Satu Rumah Satu Sarjana

Selain pembangunan fisik, program unggulan Satu Rumah Satu Sarjana juga dijamin berlanjut. Gubernur menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak akan menghapus atau menunda pelaksanaan program ini.

Program Satu Rumah Satu Sarjana merupakan salah satu prioritas untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Tengah. Meski tidak dijelaskan secara detail dalam pernyataan hari itu, di berbagai kesempatan sebelumnya Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo telah menekankan urgensi program tersebut sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat.

Kebijakan ini memastikan bahwa setiap keluarga Kalteng memiliki peluang akses pendidikan tinggi — terutama bagi mereka yang kurang mampu dari wilayah pedalaman — sehingga output pendidikan berkontribusi pada peningkatan kapasitas SDM daerah.

Dalam kesempatan dialognya dengan media, Agustiar memastikan bahwa program tersebut “tidak akan dihilangkan meskipun berada dalam keterbatasan anggaran”, menegaskan komitmen kuat terhadap kualitas pendidikan dan pemerataan kesempatan belajar.

Perlindungan Sosial dan Dukungan Pemerintah Meski Anggaran Terpangkas

Tidak hanya pembangunan fisik dan pendidikan, pemerintah daerah juga berkomitmen untuk tetap menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat. Menurut Gubernur, bantuan sosial kepada warga akan tetap dilaksanakan, bahkan dengan intensitas yang bisa lebih dari lima kali dalam setahun, mencakup bantuan pangan dan uang tunai.

Selain itu, insentif bagi tokoh masyarakat seperti ketua RT/RW, pemuka agama, dan tokoh lokal juga tetap dialokasikan meskipun dalam situasi anggaran terbatas — karena pemerintah menilai dukungan terhadap aktor komunitas tersebut penting untuk menjaga stabilitas dan sinergi pembangunan.

Inovasi Layanan dan Komitmen Publik: Kartu Huma Betang

Menutup arahannya, Gubernur Agustiar Sabran juga mengumumkan inovasi layanan publik yang akan diluncurkan oleh Pemprov Kalteng, yaitu Kartu Huma Betang. Meskipun informasi rinci tentang kartu ini tidak dijelaskan di acara, kehadirannya disampaikan sebagai bentuk upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami juga akan meluncurkan Kartu Huma Betang. Jadi, meskipun di tengah efisiensi anggaran, program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah akan terus kami optimalkan,” pungkas Agustiar,” ujar Gubernur.

Penutup: Sinergi Pemerintah dan Media dalam Menjaga Komitmen Program

Acara silaturahmi yang berlangsung penuh keakraban itu juga menandai sinergi antara pemerintah daerah dan media massa untuk mengawal pelaksanaan pembangunan prioritas. Pemerintah mengapresiasi peran media dalam mengawal pemberitaan dan memberikan ruang dialog yang konstruktif antara pemangku kebijakan dan publik.

Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa meskipun tekanan efisiensi anggaran adalah kenyataan fiskal yang harus dihadapi, komitmen terhadap pembangunan infrastruktur, pendidikan, bantuan sosial, dan inovasi layanan publik akan terus dijaga, karena itu merupakan fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index