Menjajal Geely EX2 Max dari Jakarta ke Cibodas Bogor

Selasa, 03 Februari 2026 | 13:14:15 WIB

JAKARTA - Mobil listrik perkotaan kerap dipersepsikan hanya ideal untuk perjalanan jarak pendek dan kondisi lalu lintas padat. Namun, Geely EX2 mencoba mematahkan anggapan tersebut. Meski diposisikan sebagai kendaraan urban dengan harga kompetitif, mobil listrik ini diuji langsung untuk perjalanan lintas kota, dari Jakarta menuju Cibodas, Bogor—rute yang memadukan kemacetan, jalan tol, tanjakan panjang, hingga turunan ekstrem kawasan Puncak.

Geely EX2 hadir dengan dua varian, yakni EX2 Pro dan EX2 Max. Varian Pro dibanderol Rp 255 juta, sementara EX2 Max dilepas dengan harga Rp 285 juta. Menariknya, Geely memberikan harga khusus untuk 2.000 pemesan pertama hingga 15 Februari 2026. Harga EX2 Pro turun menjadi Rp 229,9 juta, sedangkan EX2 Max menjadi Rp 259,9 juta. Dengan selisih sekitar Rp 25 juta dari harga normal, tawaran ini menjadikan EX2 salah satu mobil listrik paling menarik di segmen Rp 200 jutaan.

Perjalanan dari Jakarta ke Cibodas menjadi ajang pembuktian, apakah mobil listrik mungil ini sanggup keluar dari “habitat” alaminya.

Kenyamanan Kabin dan Manuver di Perkotaan

Kesan pertama saat menggunakan Geely EX2 Max di wilayah perkotaan adalah tingkat kedap kabinnya yang cukup baik. Suara dari luar relatif minim masuk ke dalam kabin, sehingga perjalanan terasa lebih tenang, terutama saat melaju di tengah lalu lintas padat.

Dari sisi ruang, kabin depan terasa lega. Dengan tinggi badan 178 cm, posisi duduk masih terasa nyaman dan ruang kaki cukup panjang untuk selonjoran. Hal ini memberi nilai tambah bagi mobil yang secara dimensi tergolong kompak.

Untuk urusan manuver, EX2 Max menawarkan radius putar sebesar 4,95 meter. Angka tersebut membuat mobil ini sangat mudah diajak bermanuver di jalan sempit, melakukan putar balik, atau menyusuri kawasan permukiman padat. Karakter inilah yang menguatkan identitas EX2 sebagai mobil perkotaan yang praktis.

Suspensi dan Pilihan Mode Berkendara

Karakter suspensi Geely EX2 Max cenderung empuk, terutama saat digunakan pada kecepatan rendah hingga sedang. Lubang jalan masih dapat dilalui dengan cukup baik tanpa membuat mobil terasa limbung. Ukuran pelek 16 inci yang digunakan turut membantu meredam ketidaksempurnaan permukaan jalan.

Ketika memasuki jalan tol, motor listrik EX2 Max yang menghasilkan tenaga 114 TK dan torsi 150 Nm terasa cukup responsif. Tenaga disalurkan ke roda belakang dengan halus, tanpa hentakan berlebihan.

Geely menyediakan tiga mode berkendara: Eco, Comfort, dan Sport. Mode Eco paling cocok digunakan di lalu lintas kota dan kondisi macet, meski respons pedal gas terasa lebih lambat dan membutuhkan injakan lebih dalam. Mode Comfort menjadi pilihan paling seimbang, karena respons gas cukup sigap namun tetap nyaman untuk penggunaan harian. Sementara itu, mode Sport menawarkan respons paling agresif, dengan dorongan instan terutama di kecepatan bawah 100 km/jam.

Sayangnya, pemilihan mode berkendara masih harus dilakukan melalui layar sentuh, bukan tombol fisik. Hal ini membuat pengemudi perlu mengalihkan pandangan sejenak saat ingin mengganti mode.

Fitur ADAS dan Karakter di Jalan Tol

Dari sisi teknologi, Geely EX2 Max sudah dibekali fitur ADAS atau asisten pengemudi. Salah satu fitur yang paling terasa manfaatnya adalah adaptive cruise control. Saat digunakan di jalan tol, sistem ini mampu menjaga kecepatan sekaligus jarak aman dengan kendaraan di depan secara konsisten.

Namun, fitur ADAS ini belum dilengkapi lane keep assist yang dapat mengoreksi arah setir secara aktif. Meski demikian, tetap tersedia peringatan ketika mobil keluar jalur tanpa menyalakan lampu sein.

Untuk penggunaan di jalan tol, karakter suspensi yang empuk justru menjadi catatan. Ketika duduk di bangku belakang dan melewati sambungan jalan, mobil terasa memantul cukup signifikan, sehingga mengurangi kenyamanan. Namun mengingat EX2 Max adalah mobil perkotaan dengan harga Rp 200 jutaan, kompromi ini masih bisa dimaklumi.

Menaklukkan Tanjakan dan Regenerative Braking

Memasuki kawasan Puncak, tantangan utama langsung hadir di tanjakan Gadog yang panjang. Dalam mode Comfort, EX2 Max masih mampu melaju, meski pedal gas perlu diinjak lebih dalam untuk mendapatkan akselerasi tambahan. Beralih ke mode Sport membuat respons mobil jauh lebih sigap dan tanjakan dapat dilibas tanpa kesulitan berarti.

Saat melintasi turunan, fitur regenerative braking menjadi andalan. Tersedia tiga tingkat pengaturan: low, mid, dan high. Dalam pengujian di turunan panjang, penggunaan regenerative braking mode high mampu menambah jarak tempuh dari sisa 250 km menjadi 256 km, berkat energi yang dikembalikan ke baterai.

Namun, mode high membutuhkan adaptasi karena efek deselerasinya cukup kuat dan bisa menimbulkan rasa kurang nyaman. Untuk penggunaan harian, mode low atau mid terasa lebih ramah dan natural.

Secara keseluruhan, Geely EX2 Max terbukti sebagai mobil listrik perkotaan yang kompeten. Tidak hanya nyaman dan praktis di dalam kota, mobil ini juga masih mampu diajak bepergian ke luar kota, termasuk menghadapi tanjakan dan turunan ekstrem. Meski begitu, perencanaan rute dan ketersediaan titik pengisian daya tetap menjadi hal penting yang perlu diperhatikan saat membawa EX2 Max keluar dari lingkungan urban.

Terkini