Angkutan Barang Pesawat dan Kapal Turun, Kereta Api Naik per Juni 2026

Angkutan Barang Pesawat dan Kapal Turun, Kereta Api Naik per Juni 2026
Kargo Udara dan Laut Turun di Juni 2026, Angkutan Kereta Justru Naik [FOTO: NET].

JAKARTA - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono menyampaikan bahwa volume barang yang diangkut oleh pesawat domestik dan kapal laut mengalami penurunan pada Juni 2026.

Ateng menjelaskan, hanya moda transportasi kereta api yang mencatatkan pertumbuhan secara bulanan (month to month/MtM), yaitu naik 2,49%.

“Sedangkan jumlah angkutan barang pada moda angkutan udara domestik dan angkutan laut domestik mengalami penurunan [masing-masing 9,48% dan 1,90% MtM],” ujarnya dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Senin (3/8/2026).

Walau berada di periode libur sekolah, Ateng tidak merinci penyebab di balik susutnya jumlah muatan barang pada kedua transportasi tersebut.

Secara terperinci, barang yang diangkut moda udara domestik pada Juni 2026 berada di angka 44.900 ton, atau merosot 9,48% ketimbang Mei 2026. Penurunan muatan barang paling signifikan terjadi di Bandara Hasanuddin-Makassar sebesar 15,79%, yaitu dari 3.800 ton menjadi 3.200 ton.

Di sisi lain, volume muatan di Bandara Halim Perdanakusuma-Jakarta tergolong stabil. Angkutan barang terbesar berada di Bandara Soekarno Hatta-Tangerang sebesar 14.900 ton (33,18% dari total muatan), lalu disusul Sentani-Jayapura sebanyak 6.500 ton (14,48%).

Sementara itu, volume barang yang diangkut kapal laut pada Juni 2026 tercatat sebesar 43,1 juta ton, turun 1,90% dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan angkutan barang melanda Pelabuhan Panjang sebesar 17,32%, dari 159.900 ton menjadi 132.200 ton. Pelabuhan Tanjung Priok turut melemah 6,40% MtM, dari 1,55 juta ton menjadi 1,45 juta ton pada Juni 2026.

Namun, kenaikan muatan justru terjadi di Balikpapan sebesar 5,08%, Makassar sebesar 3,60%, dan Tanjung Perak sebesar 3,39%.

Berbeda dari angkutan udara dan laut, muatan barang via jalur kereta api pada Juni 2026 meningkat 2,49% MtM dengan volume 6,4 juta ton.

Mayoritas muatan kereta terpusat di wilayah Sumatra, yaitu mencapai 5,3 juta ton atau 82,41% dari total barang yang diangkut. Peningkatan muatan terjadi di wilayah Jawa non-Jabodetabek sebesar 11,67% dan Sumatra sebesar 0,72%.

Tidak hanya secara bulanan, angkutan udara domestik juga terkoreksi dibandingkan Juni 2025 (year on year/YoY) sebesar -21,23%.

Di sisi lain, moda angkutan laut domestik dan kereta api terus tumbuh secara tahunan (YoY), masing-masing sebesar 6,71% dan 7,97%, menjadi 43,06 juta ton dan 6,43 juta ton.

Peningkatan pada moda kereta api ini sejalan dengan langkah PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang memperkuat armadanya melalui penambahan 1.080 gerbong datar di perlintasan Sumatra.

Bahkan sepanjang Semester I 2026, KAI mencatat telah mengangkut 32.498.043 ton barang, yang terdiri dari 26.534.095 ton batu bara serta 5.963.948 ton komoditas nonbatu bara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index