Menag Nasaruddin Umar Pimpin Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Menag Nasaruddin Umar Pimpin Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
Menag Nasaruddin Pimpin Pembukaan Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar hadir sekaligus memimpin secara langsung pembukaan perhelatan Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/7/2026) pada pukul 19.30 WIB.

Nasaruddin terlihat mengenakan pakaian muslim lengkap dengan serban bermotif kotak-kotak merah yang disampirkan di bahu kanannya.

Kedatangan Nasaruddin langsung disambut hangat oleh deretan tokoh lintas agama yang sudah lebih awal berada di tempat acara.

Sesudah saling bertegur sapa dan bersalaman, Nasaruddin mengambil tempat duduk bersama jajaran pimpinan agama di atas panggung megah bernuansa putih dan biru.

Rangkaian acara kemudian diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” ciptaan WR Soepratman.

Tampak seluruh hadirin berdiri tegak dan menyanyikan lagu tersebut secara bersahut-sahutan.

Berikutnya, qari Muhammad Zian Fahrezi, pemenang pertama MTQ International Al-Ameed Irak 2026, membacakan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Prabowo batal hadir

Dalam untaian sambutannya, Nasaruddin Umar menginformasikan bahwa Presiden Prabowo Subianto berhalangan hadir dalam acara tersebut.

"Sebelum saya melanjutkan, izinkan saya menyampaikan salam hangat dan hormat dari Bapak Presiden Republik Indonesia yang sesungguhnya Bapak Presiden sangat berkeinginan untuk hadir bersama-sama kami pada malam ini, tetapi insyaallah mudah-mudahan tanpa mengurangi karena Bapak Presiden ada juga tugas kenegaraan yang sangat penting dan Bapak Presiden menyampaikan salam kepada kami semuanya," kata Nasaruddin saat memberikan sambutan.

Kendati tak bisa hadir di lokasi, Nasaruddin menyampaikan bahwa Prabowo menitipkan salam hangat kepada seluruh jamaah yang mengikuti doa kebangsaan itu.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Agama menggelar perhelatan Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026), sebagai simbol dimulainya Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Agenda tersebut dilangsungkan mulai pukul 17.00 WIB hingga 21.30 WIB.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin membeberkan, acara diwarnai aneka kegiatan keagamaan dan kebangsaan, mulai dari zikir bersama, khataman Al-Qur'an, shalat Magrib berjamaah, atraksi hadrah, hingga Shalawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

Acara turut diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Muhammad Zian Fahrezi serta doa bersama lintas iman yang dipandu oleh pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.

“Tersedia pula ratusan toilet, serta area wudu dengan sekitar 1.000-1.500 keran untuk kenyamanan seluruh hadirin,” kata Kamaruddin.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index