JAKARTA - Kementerian Agama memproyeksikan agenda Zikir dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Lapangan Monas, Jakarta, akan diikuti sekitar 100 ribu warga dari beragam daerah di Tanah Air.
“Kami imbau peserta datang lebih awal untuk menghindari kepadatan menjelang dimulainya acara,” ujar Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Muchlis M. Hanafi di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Muchlis memaparkan lantaran kegiatan ini bakal dimeriahkan ratusan ribu jamaah, Kementerian Agama sebagai pihak penanggung jawab terus memantapkan persiapan lewat koordinasi antarlembaga dan kementerian demi menjamin acara berjalan aman, tertib, lancar, serta penuh khidmat.
Ia menambahkan, pada beberapa hari belakangan panitia memprioritaskan perhatian pada perihal teknis operasional di lokasi, mulai dari penataan alur peserta, skema pengamanan, fasilitas kesehatan, armada transportasi, hingga dukungan teknis pendukung lainnya.
“Seluruh aspek operasional terus kami siapkan melalui koordinasi yang erat dengan Sekretariat Negara, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta seluruh unsur panitia,” kata dia.
Di samping menyarankan tiba lebih awal, pihak penyelenggara juga meminta seluruh jamaah memperhatikan sejumlah poin, yakni datang sesuai area kumpul serta estimasi waktu kedatangan yang diselaraskan melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama, instansi, atau kelompoknya masing-masing.
Membawa alat shalat pribadi untuk jemaah Muslim yang hendak menunaikan Shalat Maghrib berjamaah, menyiapkan perlengkapan pribadi seperlunya mengingat acara digelar di area terbuka, serta mematuhi alur pemeriksaan keamanan di gerbang masuk.
Selanjutnya, mematuhi instruksi petugas maupun koordinator lapangan mengenai akses masuk, titik kumpul, hingga alur evakuasi jika dibutuhkan, serta senantiasa merawat kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan bersama sepanjang agenda berlangsung.
Muchlis menguraikan bahwa penyelenggara pun sudah menyediakan pelbagai fasilitas penunjang, seperti penataan panggung utama, tata suara, pos medis, pos pengamanan, pusat informasi, hingga manajemen transportasi dan mobilisasi jemaah dari beragam wilayah, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
“Zikir dan Doa Kebangsaan merupakan momentum kebersamaan seluruh elemen bangsa dalam mengawali peringatan kemerdekaan dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, kami mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kekhusyukan agar kegiatan ini berlangsung dengan baik serta memberikan kesan yang membanggakan bagi kami semua,” katanya.