UEFA Gelar Rapat Darurat Bahas Kebijakan Gianni Infantino

UEFA Gelar Rapat Darurat Bahas Kebijakan Gianni Infantino
Rencana Kontroversial Infantino, UEFA Siap Gelar Rapat Darurat [FOTO: NET].

JAKARTA - UEFA mengambil langkah tegas setelah Presiden FIFA Gianni Infantino dikabarkan berencana mengomersilkan Piala Dunia lewat anak perusahaan yang melibatkan investor swasta.

FIFA berencana membentuk FIFA Forward Enterprise (FFE) guna mengelola seluruh hak komersial turnamen, seperti hak siar, sponsor, tiket, dan lisensi.

Demi mendanai perusahaan itu, FIFA berniat melepas sebagian kecil kepemilikan kepada investor luar dengan target mengumpulkan 4,2 miliar dollar AS (sekitar Rp75,6 triliun).

FFE ditaksir mengantongi valuasi sebesar 20 miliar dollar AS (sekitar Rp360 triliun).

Skema ini diharapkan sanggup menggenjot dana pengembangan sepak bola dunia menjadi lebih dari 10 miliar dollar AS (sekitar Rp180 triliun) dalam empat tahun mendatang.

FIFA bahkan telah menyurati 211 asosiasi anggotanya dengan menawarkan iming-iming pendanaan hingga 40 juta dollar AS (setara Rp720 miliar) bagi pihak yang mendukung program tersebut.

UEFA Siap Gelar Rapat Darurat

Mendengar kabar itu, UEFA bakal menggelar pertemuan darurat guna mendiskusikan rancangan kontroversial dari FIFA tersebut.

"Kami telah mengetahui tenggat waktu FIFA bagi asosiasi untuk mendukung proposal mereka atau tawaran pembayaran satu kali tersebut akan ditarik," kata UEFA.

"Ini menjelaskan segalanya tentang rencana ini."

UEFA kembali melayangkan kritik atas rencana FIFA setelah sebelumnya menganggap organisasi tersebut telah "melampaui batas".

Gelombang penolakan mencuat lantaran banyak asosiasi sepak bola, termasuk FA, baru mengetahui rencana pelepasan 20 persen saham kompetisi FIFA kepada investor swasta lewat pemberitaan media.

Menurut laporan BBC, investor tersebut dikomandoi Thrive Eternal kepunyaan Joshua Kushner, saudara ipar dari putri Presiden AS Donald Trump, Ivanka.

Kekhawatiran UEFA turut dirasakan oleh Konfederasi Asia, Amerika Selatan, serta Amerika Utara dan Tengah.

UEFA sadar bahwa menarik keikutsertaan anggotanya dari Piala Dunia 2026 bukan opsi yang realistis sebab keputusan itu sanggup mengancam keberlangsungan finansial turnamen.

Ancaman dari FIFA Jika Menolak Proposal

Surat yang dilayangkan FIFA turut menguraikan bahwa apabila dukungan terhadap proposal tidak diberikan, FIFA tetap melangsungkan Program FIFA Forward 4.0.

Tiap asosiasi nantinya cuma memperoleh sekitar 10 juta dollar AS (sekitar Rp180 miliar) pada periode pendanaan berikutnya.

Angka itu tergolong lebih sedikit ketimbang tawaran proposal yang menembus 40 juta dollar AS mulai Januari 2027.

Infantino menegaskan asosiasi yang menolak pendirian FFE berisiko tidak mengantongi tambahan dana jika mayoritas anggota FIFA menyetujui proyek tersebut.

"Dana ini merupakan kesempatan pendanaan yang unik bagi asosiasi anggota yang memilih untuk berpartisipasi. Keputusan harus dibuat paling lambat 19 September 2026 sehingga dana dapat tersedia mulai 1 Januari 2027," tulis Infantino.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index