Tren Harga Emas Antam Melemah, Buyback Turun dan Pajak Masih Berlaku di Tengah Perubahan Pasar

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:41:44 WIB
Tren Harga Emas Antam Melemah, Buyback Turun dan Pajak Masih Berlaku di Tengah Perubahan Pasar

JAKARTA - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan pelemahan pada Rabu, 11 Februari 2026 pagi, di mana harga jual per gram tercatat turun sebesar Rp7.000 menjadi Rp2.947.000 dari posisi sebelumnya Rp2.954.000 per gram. Penurunan ini juga diikuti oleh anjloknya harga buyback atau pembelian kembali emas Antam yang kini berada di level Rp2.741.000 per gram, menggambarkan adanya tekanan pasar yang lebih luas terhadap logam mulia.

Pergerakan Harga Emas Antam Hari Ini

Harga emas batangan Antam untuk pecahan terkecil hingga terbesar mengalami penurunan seiring tren pelemahan pasar. Berikut rincian harga emas Antam yang terbaru, sebagaimana tercatat di laman Logam Mulia Antam:

Harga emas 0,5 gram: Rp1.523.500

Harga emas 1 gram: Rp2.947.000

Harga emas 2 gram: Rp5.834.000

Harga emas 3 gram: Rp8.726.000

Harga emas 5 gram: Rp14.510.000

Harga emas 10 gram: Rp28.965.000

Harga emas 25 gram: Rp72.287.000

Harga emas 50 gram: Rp144.495.000

Harga emas 100 gram: Rp288.912.000

Harga emas 250 gram: Rp722.015.000

Harga emas 500 gram: Rp1.443.820.000

Harga emas 1.000 gram: Rp2.887.600.000

Penurunan harga ini tercatat berdasarkan data perdagangan pagi ini, menunjukkan tren moderat namun berkelanjutan dari harga logam mulia tersebut.

Aturan Pajak dan Ketentuan Transaksi

Transaksi pembelian emas Antam tetap dikenakan pajak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017. Ketentuan ini berlaku untuk semua gramasi emas, mulai dari 1 gram sampai 1 kilogram. Bagi transaksi buyback dengan nilai lebih dari Rp10 juta, pajak penghasilan (PPh) Pasal 22 dipungut dan langsung dipotong dari total nilai buyback. Besaran pemungutan pajak tersebut adalah 1,5 persen untuk pemilik NPWP dan 3 persen untuk pemilik tanpa NPWP.

Penerapan ketentuan pajak ini bertujuan memberi kepastian bagi investor maupun masyarakat yang melakukan transaksi emas batangan Antam, baik sebagai instrumen investasi maupun sebagai aset penyimpan nilai.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas

Penurunan harga emas Antam merupakan refleksi dari perubahan tren pasar global dan domestik. Walaupun data spesifik terkait penyebab penurunan di pasar global tidak dijabarkan secara detail dalam laporan ini, pergerakan harga emas lokal biasanya dipengaruhi oleh kondisi pasar internasional, nilai tukar mata uang, serta sentimen investor terhadap instrumen safe haven. Bahkan pada beberapa waktu sebelumnya, penguatan dolar AS dan prospek suku bunga di pasar internasional sempat memengaruhi harga emas Indonesia.

Pergerakan harga buyback yang turut menurun menandakan adanya korelasi antara harga jual dan harga pembelian kembali, yang biasanya mencerminkan siklus lemah atau penguatan permintaan investor terhadap emas sebagai aset investasi.

Dinamika Harga Emas dalam Beberapa Minggu Terakhir

Sebelumnya, pergerakan harga emas Antam mencatat fluktuasi tajam di awal bulan ini. Misalnya, pada awal pekan sebelumnya harga emas sempat merosot hingga Rp100.000 menjadi level Rp2.856.000 per gram pada Jumat, 6 Februari 2026, sementara harga buyback juga ikut turun dari posisi sebelumnya. Perubahan harga yang beragam menunjukkan adanya dinamika pasar yang masih belum stabil, di mana sentimen global dan domestik terus memengaruhi arah harga emas.

Pergerakan harga emas domestik ini juga konsisten dengan perubahan harga pada pekan-pekan sebelum 11 Februari, termasuk beberapa laporan yang menunjukkan koreksi harga harian Antam dalam beberapa perdagangan terakhir.

Implikasi bagi Investor dan Masyarakat

Bagi investor dan masyarakat yang menempatkan emas Antam sebagai salah satu instrumen investasi, fluktuasi harga ini merupakan bagian dari dinamika pasar yang perlu diperhatikan. Penurunan harga jual dan buyback dalam jangka pendek dapat mempengaruhi keputusan timing jual atau beli, terutama bagi mereka yang melakukan investasi jangka pendek. Namun, emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan biasanya dianggap cocok untuk strategi investasi jangka panjang.

Selain itu, pemahaman yang baik mengenai aturan pajak dan ketentuan transaksi juga menjadi hal penting agar investor dapat menghitung potensi hasil transaksi dengan lebih tepat.

Secara keseluruhan, tren harga emas Antam pada Rabu, 11 Februari 2026, mencerminkan tekanan pasar yang bersifat umum, yang dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Penurunan harga jual dan buyback menunjukkan bahwa investor dan pelaku pasar perlu terus memantau pergerakan pasar global dan domestik untuk membuat keputusan investasi yang lebih informasional.

Terkini