Kemenkes Akan Gelar Riset untuk Cek Dampak MBG pada Pemenuhan Gizi

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:56:32 WIB
Kemenkes Siapkan Riset Ukur Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan bahwa Kementerian Kesehatan bakal menginisiasi pelaksanaan riset kolaboratif bersama sejumlah lembaga terkait serta perguruan tinggi guna mengukur seberapa besar dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap tingkat pemenuhan gizi para penerima manfaatnya.

"Sebelum tanggal 5 (Agustus 2026), kami akan segera memutuskan bagiaman kami melakukan riset dengan lembaga-lembaga atau universitas, melihat hasil outcome-nya (MBG) untuk seluruh penerima MBG," kata Budi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Budi menjelaskan bahwasanya kajian riset tersebut sangat krusial untuk mengevaluasi secara objektif sejauh mana efektivitas pencapaian program MBG yang telah berjalan sejauh ini.

Ia mengungkapkan bahwa riset serupa sebenarnya sudah pernah diuji coba sebelumnya, namun cakupan skalanya masih berskala mikro atau kecil-kecilan. 

Ke depannya, pihak Kemenkes menghendaki agar riset tersebut mampu memonitor secara presisi pengaruh program MBG terhadap kecukupan nutrisi para penerimanya.

"Semua anak yang stunting, by NIK, by name, by address sudah ada. Kami tag dia dapat MBG apa enggak, kami akan bisa ikuti setiap bulan karena ditimbang di posyandu, benar-benar naik enggak?" kata Budi.

Ia menuturkan, seandainya grafik timbangan berat badan anak terpantau stagnan atau tidak mengalami kenaikan, kondisi tersebut mengindikasikan bahwa asupan makanan yang dikonsumsi terlalu dominan unsur karbohidrat, padahal substansi nutrisi yang mendesak diperlukan adalah asupan protein hewani.

"Nah itu bisa diperbaiki," ujar Budi.

Di samping mengandalkan fasilitas posyandu, mekanisme pemantauan berkala ini turut dijalankan melalui unit kesehatan sekolah (UKS) yang menyelenggarakan agenda Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara rutin tiap tahunnya.

"Sekarang CKG setahun sekali ditimbang, saya lagi lobi ke Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, boleh enggak setahun dua kali, jadi bisa ada waktu cukup untuk kami feedback balik ke BGN," kata Budi.

Ia menambahkan, lewat dukungan instrumen riset serta sistem pengecekan yang berkesinambungan, jajaran pemerintah diharapkan mampu merumuskan perbaikan kebijakan maupun mengeksekusi langkah intervensi program MBG yang sepenuhnya berbasis data akurat.

Terkini