Lailatul Qadar

Perkiraan Malam Lailatul Qadar 2026 Pada 10 Malam Terakhir Ramadan

Perkiraan Malam Lailatul Qadar 2026 Pada 10 Malam Terakhir Ramadan
Perkiraan Malam Lailatul Qadar 2026 Pada 10 Malam Terakhir Ramadan

JAKARTA - Bulan Ramadan selalu menghadirkan banyak momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. 

Selain menjalankan ibadah puasa, umat Muslim juga berlomba-lomba memperbanyak amal kebaikan karena pahala yang dijanjikan Allah SWT sangat besar. Salah satu malam yang paling dinantikan dalam bulan suci ini adalah malam lailatul qadar.

Malam lailatul qadar dikenal sebagai malam penuh kemuliaan yang memiliki keutamaan luar biasa. Pada malam tersebut, ibadah yang dilakukan memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan malam-malam lainnya. 

Karena itulah, banyak umat Islam meningkatkan intensitas ibadah mereka ketika Ramadan memasuki sepuluh malam terakhir.

Malam lailatul qadar adalah malam yang ditunggu-tunggu umat Islam di bulan Ramadan. Lailatul qadar adalah malam istimewa saat Al-Quran turun secara keseluruhan. Malam ini digambarkan sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Keutamaan malam ini telah dijelaskan secara jelas dalam Al-Qur’an. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Qadr ayat 1-5 yang artinya:

"Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Quran) pada malam lailatul qadar. Tahukah kamu, apakah malam qadar itu? Malam qadar adalah lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu, turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Tuhan mereka (membawa segala urusan), (seluruh malam itu) sejahtera sampai terbit fajar." ( QS Al-Qadr [97] ayat 1-5).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa malam lailatul qadar merupakan malam yang penuh keberkahan dan kedamaian hingga terbit fajar. Karena keistimewaannya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta memanjatkan doa.

Perkiraan Waktu Malam Lailatul Qadar 2026

Dilansir laman NU Online, Rasulullah tidak menyebutkan secara pasti kapan malam lailatul qadar. Namun dalam sebuah hadis dijelaskan yakni tanggal ganjil dalam 10 hari terakhir Ramadan.

Dari Aisyah r.a. ia menuturkan, "Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda, 'Carilah malam qadar pada malam-malam ganjil pada sepuluh terakhir bulan Ramadan'. (Hadis Shahih, riwayat al-Bukhari: 1878 dan Muslim: 1998).

Hadis tersebut menjadi pedoman bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah terutama pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Pada waktu inilah kemungkinan besar malam lailatul qadar terjadi.

Berdasarkan hadis tersebut, malam lailatul qadar berkemungkinan antara malam ke-21, 23, 25, 27 atau 29 Ramadan.

Banyak umat Muslim yang kemudian memperbanyak ibadah pada seluruh malam tersebut agar tidak melewatkan kesempatan meraih keutamaan malam lailatul qadar.

Perkiraan Tanggal Lailatul Qadar Ramadan 2026

Mengacu pada hasil sidang isbat Kementerian Agama yang menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026, berikut malam-malam ganjil dalam 10 hari terakhir bulan Ramadan yang menurut hadis berkemungkinan menjadi malam lailatul qadar:

Malam ke-21: Selasa malam, 10 Maret 2026
Malam ke-23: Kamis malam, 12 Maret 2026
Malam ke-25: Sabtu malam, 14 Maret 2026
Malam ke-27: Senin malam, 16 Maret 2026
Malam ke-29: Rabu malam, 18 Maret 2026

Tanggal-tanggal tersebut menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Banyak umat Islam memilih menghidupkan malam dengan shalat tarawih, tahajud, membaca Al-Qur’an, hingga berdoa memohon ampunan kepada Allah SWT.

Sebagian umat Muslim juga melakukan i’tikaf di masjid pada sepuluh malam terakhir Ramadan. I’tikaf dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Melalui ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan, diharapkan umat Islam dapat memperoleh keutamaan malam lailatul qadar yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.

Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar

Rasulullah pernah menyebutkan salah satu ciri malam lailatul qadar, sesuai dengan hadis riwayat Muslim.

Dari Abi bin Ka'ab, Rasulullah bersabda yang artinya:
"Subuh hari dari malam Lailatul qadar, matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik".

Beberapa ulama juga menyebut ada ciri-ciri malam lailatul qadar yang bisa dikenali melalui fenomena alam.

Berikut tanda datangnya lailatul qadar menurut pendapat para ulama, dilansir laman Kemenag:

Sedikitnya suara gonggongan anjing dan suara keledai.

Menjadi tawarnya air asin (air laut).

Melihat semua makhluk bersujud kepada Allah SWT.

Mendengar segala sesuatu berzikir kepada Allah dengan lisan.

Malam itu malam yang terang dan bercahaya.

Pada pagi harinya matahari jernih dan terang.

Meskipun terdapat beberapa tanda yang disebutkan oleh para ulama, umat Islam tetap dianjurkan untuk tidak hanya menunggu tanda tersebut. Cara terbaik untuk meraih keutamaan malam lailatul qadar adalah dengan menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan dengan ibadah.

Dengan memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta berdoa memohon ampunan, umat Muslim memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan keberkahan malam lailatul qadar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index