Satelit

Telkomsat Berkomitmen Dukung Penguatan Ekosistem Satelit Nasional

Telkomsat Berkomitmen Dukung Penguatan Ekosistem Satelit Nasional
Telkomsat Berkomitmen Dukung Penguatan Ekosistem Satelit Nasional

JAKARTA - Upaya menjaga kedaulatan teknologi ruang angkasa Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) menggelar Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) di Jakarta. 

Agenda ini bukan sekadar forum rutin organisasi, melainkan momentum penting untuk mempertegas arah strategis industri satelit nasional di tengah kompetisi global yang semakin terbuka.

RALB tersebut sekaligus menandai dimulainya periode kepengurusan baru ASSI untuk 2026–2029. Tongkat estafet kepemimpinan kini dipegang oleh Risdianto Yuli Hermansyah, yang juga menjabat sebagai VP Corporate Planning & Business Development Telkomsat. 

Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan program yang telah dirintis sebelumnya, sekaligus menjawab tantangan industri satelit yang semakin dinamis.

Konsolidasi Organisasi dan Tantangan Industri

Dalam forum tersebut, ASSI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat konsolidasi internal organisasi. 

Langkah ini dipandang penting agar seluruh anggota memiliki kesamaan visi dalam menghadapi perubahan lanskap industri, termasuk isu regulasi, percepatan inovasi teknologi, hingga konvergensi layanan satelit dan non-satelit.

Ketua Umum ASSI periode 2022–2026 yang juga Direktur Pengembangan Telkomsat, Anggoro Kurnianto Widiawan, menyampaikan bahwa dalam tiga tahun terakhir ASSI menghadapi dinamika yang semakin kompleks.

“ASSI berkomitmen menjadi interface bagi para anggota untuk melakukan positioning bersama, mendorong kolaborasi, serta memperkuat kemandirian industri satelit nasional,” ujar Anggoro.

Menurutnya, organisasi harus mampu menjadi jembatan strategis antar pelaku industri agar memiliki posisi tawar yang lebih kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional. 

Hal ini semakin relevan mengingat perkembangan teknologi ruang angkasa berlangsung sangat cepat dan diwarnai persaingan global yang ketat.

Penguatan Kapasitas dan Talenta Nasional

Selain isu regulasi dan teknologi, Anggoro juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas nasional. Ia menyoroti perlunya pengembangan talenta muda di sektor satelit dan antariksa, transparansi tata kelola organisasi, serta upaya menjaga kedaulatan teknologi ruang angkasa Indonesia.

Semua aspek tersebut dinilai saling berkaitan. Tanpa sumber daya manusia yang kompeten dan tata kelola yang akuntabel, sulit bagi industri satelit nasional untuk berkembang secara berkelanjutan. 

Di sisi lain, kedaulatan teknologi menjadi fondasi utama agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain aktif dalam ekosistem ruang angkasa.

Penguatan kapasitas ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang ASSI dalam membangun industri yang mandiri dan berdaya saing. Dengan demikian, Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan teknologi satelit untuk kepentingan strategis nasional, termasuk komunikasi, pertahanan, hingga konektivitas wilayah terpencil.

Kepemimpinan Baru dan Sinergi Industri

Memasuki periode 2026–2029, Risdianto Yuli Hermansyah menegaskan bahwa amanah kepemimpinan yang diterimanya merupakan tanggung jawab besar yang memerlukan kolaborasi seluruh anggota.

“ASSI harus menjadi ruang sinergi seluruh pelaku industri, tidak hanya untuk memperkuat kemandirian teknologi dan bersikap adaptif terhadap perkembangan global, tetapi juga menjaga kesinambungan industri sehingga pelaku usaha satelit di Indonesia tetap relevan dan kompetitif,” uangkapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa fokus ASSI tidak hanya pada aspek teknologi, tetapi juga kesinambungan bisnis para pelaku industri. Dalam ekosistem yang terus berubah, kemampuan beradaptasi menjadi kunci agar perusahaan satelit nasional tetap kompetitif.

Sinergi yang dimaksud mencakup kerja sama lintas perusahaan, dialog konstruktif dengan pemerintah, hingga pembentukan kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri. Dengan pendekatan kolektif, ASSI diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan industri satelit regional maupun global.

Komitmen Telkomsat dalam Ekosistem Antariksa

Bagi Telkomsat, keterlibatan dalam kepengurusan ASSI merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi aktif dalam pengembangan industri satelit dan antariksa Indonesia. 

Perusahaan berupaya mendorong sinergi dan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem satelit dan antariksa, baik di tingkat regional maupun global.

Partisipasi aktif ini mencerminkan kesadaran bahwa kemajuan industri tidak dapat dicapai secara parsial. Diperlukan kolaborasi antara operator satelit, regulator, penyedia teknologi, serta pemangku kepentingan lainnya agar Indonesia mampu memanfaatkan peluang di sektor ruang angkasa secara optimal.

Dengan kepemimpinan baru dan komitmen kolektif yang diperkuat melalui RALB, ASSI menempatkan kedaulatan teknologi ruang angkasa sebagai prioritas utama. 

Di tengah kompetisi global yang semakin terbuka, langkah ini menjadi penting agar Indonesia tidak tertinggal dan tetap memiliki kontrol atas infrastruktur strategisnya sendiri.

Momentum RALB di Jakarta tersebut sekaligus menegaskan bahwa industri satelit nasional tengah memasuki fase konsolidasi yang lebih matang. Tantangan memang tidak ringan, mulai dari regulasi hingga perkembangan teknologi yang cepat. 

Namun, dengan kolaborasi yang solid dan visi yang terarah, ASSI optimistis mampu membawa industri satelit Indonesia berkontribusi lebih besar bagi masa depan bangsa.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index