Hidrogen

ESDM Fokus Atur Harga Hidrogen, Dukung Industri Energi Ramah Lingkungan

ESDM Fokus Atur Harga Hidrogen, Dukung Industri Energi Ramah Lingkungan
ESDM Fokus Atur Harga Hidrogen, Dukung Industri Energi Ramah Lingkungan

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyusun aturan baru terkait harga hidrogen untuk sektor energi, guna memberikan kepastian harga bagi para pelaku industri energi di Indonesia.

Saat ini, pemerintah telah memiliki regulasi yang mengatur harga hidrogen untuk sektor industri, seperti pupuk dan bahan kimia. Namun, untuk pemanfaatan hidrogen dalam sektor energi secara luas, pembahasan regulasi ini masih berlangsung dan masih dalam tahap pengkajian lebih mendalam.

Menurut Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) ESDM, regulasi mengenai harga hidrogen untuk sektor energi saat ini belum ada. Meskipun demikian, pemerintah sudah memiliki aturan yang mengatur harga hidrogen yang digunakan dalam industri. 

Pembahasan harga hidrogen untuk sektor energi menjadi semakin penting seiring dengan semakin masifnya pemanfaatan hidrogen dalam berbagai sektor industri lainnya.

Eniya menjelaskan, hidrogen memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai sumber energi, namun hingga saat ini, penggunaannya lebih banyak terbatas pada sektor pupuk dan bahan kimia. 

Kementerian ESDM kini tengah mempersiapkan revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 sebagai bagian dari pengaturan harga hidrogen untuk sektor energi.

Melalui aturan ini, pemerintah berharap dapat menciptakan kepastian harga yang menguntungkan pelaku industri, sambil memacu pertumbuhan sektor hidrogen nasional.

Membangun Kepastian Harga untuk Pemanfaatan Energi

Meskipun hidrogen sudah digunakan di berbagai sektor industri, penerapan hidrogen sebagai energi utama di Indonesia masih terbatas. Pemerintah sedang mengkaji bagaimana mekanisme harga untuk memfasilitasi penggunaan hidrogen dalam skala lebih luas, khususnya dalam penyediaan energi bersih dan ramah lingkungan. 

Salah satu langkah penting dalam hal ini adalah pengaturan harga yang transparan dan terjangkau bagi pelaku industri energi.

Regulasi harga hidrogen juga diharapkan bisa mempermudah proses transisi energi menuju sumber energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Dengan harga yang lebih jelas dan stabil, industri energi bisa lebih mudah merencanakan penggunaan hidrogen sebagai bagian dari bauran energi di masa depan.

Kajian Harga Hidrogen Berbasis Listrik Ekses

Eniya menjelaskan bahwa Kementerian ESDM kini sedang melakukan kajian mengenai harga hidrogen berbasis listrik ekses. 

Listrik ekses, yaitu listrik yang berlebih dari pembangkit listrik terbarukan seperti PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya), bisa menjadi salah satu sumber utama dalam proses produksi hidrogen. Skema ini diharapkan dapat menurunkan biaya produksi hidrogen domestik dan memberikan harga yang lebih kompetitif bagi industri energi Indonesia.

"Karena sekarang belum ada harga yang umum, kita sedang mencari formula yang tepat untuk mengatur harga ini. Tujuannya tentu agar harga hidrogen bisa stabil dan terjangkau bagi sektor energi," ujar Eniya.

Peluang dan Tantangan dalam Industri Hidrogen

Industri hidrogen di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, mengingat negara ini kaya akan sumber daya energi terbarukan. Namun, tantangan terbesar terletak pada pengembangan infrastruktur dan teknologi yang diperlukan untuk memproduksi dan mendistribusikan hidrogen dalam jumlah besar. 

Salah satu solusi yang tengah dipertimbangkan adalah penggunaan listrik ekses untuk produksi hidrogen, yang dapat meminimalkan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi produksi.

Selain itu, Kementerian ESDM juga berencana untuk memberikan insentif bagi industri hidrogen guna mempercepat pertumbuhannya. 

Insentif ini bertujuan untuk mengurangi tantangan dalam pengembangan teknologi dan memastikan bahwa industri hidrogen Indonesia dapat berkompetisi di pasar global.

Regulasi Insentif untuk Industri Hidrogen

Kementerian ESDM juga tengah mempersiapkan peraturan pemerintah terkait insentif untuk mendukung pertumbuhan industri hidrogen. Insentif ini diharapkan dapat menjawab tantangan terkait pengurangan emisi karbon dan mempercepat transisi energi Indonesia menuju sistem energi yang lebih bersih. 

Diharapkan, kebijakan insentif ini dapat menarik minat investor dan mendorong perusahaan untuk berinvestasi dalam produksi hidrogen.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Kementerian ESDM berharap dapat memperkuat ekosistem hidrogen nasional dan mendorong Indonesia menjadi pemain utama dalam industri hidrogen global. 

Menurut Eniya, meskipun industri hidrogen masih dalam tahap inisiasi, pemerintah akan terus mendorong pertumbuhannya agar industri ini bisa berkembang pesat dan memberikan manfaat besar bagi sektor energi Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index