JAKARTA - Catatan realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang tahun 2026 terpantau masih lebih rendah ketimbang capaian pada periode yang sama di tahun 2025.
Data resmi milik Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengindikasikan, hingga kurun 16 Juli 2025 angka penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) FLPP tercatat sudah menyentuh 129.773 unit rumah.
Dengan perolehan angka tersebut, realisasi per 23 Juli 2026 terpaut lebih rendah kisaran 18.236 unit atau merosot sekitar 14 persen bila disandingkan dengan perolehan pada pertengahan Juli tahun terdahulu.
Tren perlambatan ini pun tercermin pada capaian kinerja semester I. Sampai dengan penghujung Juni 2026, angka penyaluran FLPP terdata di kisaran 91.522 unit.
Di lain sisi, pada rentang periode yang sama di tahun 2025, angka penyalurannya mampu menembus 120.976 unit.
Berlandaskan perbandingan tersebut, realisasi distribusi FLPP sepanjang semester I 2026 terkonfirmasi merosot hingga 24,35 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Menyadur data dari Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), sampai tanggal 23 Juli 2026 realisasi penyaluran KPR Sejahtera lewat skema FLPP telah berada di angka 111.537 unit rumah dengan total dana pembiayaan mencapai Rp 13,874 triliun.
Akumulasi jumlah tersebut merepresentasikan kisaran 31,9 persen dari total target penyaluran FLPP tahun 2026 yang telah ditetapkan sebanyak 350.000 unit rumah.
Kendati demikian, Menteri PKP Maruarar Sirait tetap memelihara sikap optimistis bahwasanya target penyaluran KPR Sejahtera via skema FLPP sebesar 350.000 unit hingga penutupan tahun 2026 sanggup direalisasikan.
Menurut paparan Maruarar, jajaran pemerintah bakal secara kontinu menempuh pelbagai langkah taktis guna mengakselerasi penyaluran KPR FLPP.
Salah satu variabel yang diproyeksikan sanggup mendongkrak porsi secara signifikan ialah lewat penyediaan hunian vertikal berupa rumah susun (rusun).
"Kami berusaha yang terbaik. Kami berharap nanti misalnya lompatan itu salah satunya dari Meikarta yaitu rumah susun," ujar Maruarar, Selasa (28/09/2026).
Ia memaparkan bahwasanya jenis rumah tapak maupun hunian vertikal sama-sama menjadi bagian integral dari agenda program 3 Juta Rumah yang memperoleh sokongan dana pembiayaan lewat skema FLPP.
"Ya, tentu ada rumah tapak ada rumah vertikal, dan dua-duanya masuk ke dalam program 3 Juta Rumah dengan skema FLPP," kata dia.