JAKARTA - Jumlah penumpang Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta tercatat mengalami peningkatan signifikan secara tahunan pada bulan Januari 2026.
Berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, kenaikan masing-masing moda transportasi tersebut yaitu: Transjakarta 13,04 persen, MRT Jakarta 13,00 persen, dan LRT Jakarta 17,89 persen.
Kenaikan tahunan ini menunjukkan tren positif penggunaan transportasi publik di ibu kota, seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam memanfaatkan moda angkutan massal.
Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, menyampaikan bahwa data ini menunjukkan optimisme pertumbuhan penumpang, meski beberapa moda mengalami penurunan bulanan.
Perubahan Bulanan Penumpang Transportasi Publik
Jika dilihat secara bulanan, terdapat tren berbeda dibandingkan pertumbuhan tahunan. Jumlah penumpang Transjakarta tercatat menurun 0,81 persen dibanding bulan Desember 2025.
Begitu pula MRT Jakarta, mengalami penurunan 0,10 persen. Sementara itu, LRT Jakarta justru mengalami peningkatan bulanan 3,78 persen, menunjukkan moda ini semakin diminati masyarakat di rute tertentu.
Perbedaan tren bulanan ini dipengaruhi faktor musiman dan kepadatan perjalanan selama akhir tahun, sekaligus adaptasi masyarakat terhadap ketersediaan layanan dan armada transportasi.
Jumlah Penumpang Tertinggi Pada Desember 2025
Dari ketiga moda transportasi umum tersebut, jumlah penumpang tertinggi tercatat pada Desember 2025, dengan rincian:
Transjakarta: 37,46 juta orang
MRT Jakarta: 4,06 juta orang
LRT Jakarta: 119.320 orang
Sepanjang tahun 2025, total jumlah penumpang mencapai:
Transjakarta: 414,35 juta penumpang
MRT Jakarta: 45,48 juta penumpang
LRT Jakarta: 1,28 juta penumpang
Data ini menunjukkan bahwa Transjakarta tetap menjadi moda transportasi paling banyak digunakan di Jakarta, diikuti MRT Jakarta dan LRT Jakarta yang mulai menunjukkan tren meningkat.
Jumlah Armada dan Perjalanan Moda Transportasi
Khusus Transjakarta, jumlah bus yang beroperasi tercatat 4.869 unit. Meskipun jumlah armada ini turun bulanan 4,02 persen, jumlahnya meningkat tahunan 8,66 persen, sejalan dengan pertumbuhan penumpang tahunan.
Untuk MRT Jakarta, jumlah perjalanan pada Desember 2025 mencapai 8.215 perjalanan, meningkat 4,2 persen dibanding November 2025 dan naik 0,81 persen dibanding Desember 2024.
Sementara LRT Jakarta melayani 6.362 perjalanan pada Desember 2025, meningkat 3,95 persen dibanding November 2025 dan naik 0,03 persen dibanding Desember 2024.
Peningkatan perjalanan dan armada menunjukkan upaya pemerintah dan operator transportasi untuk meningkatkan kualitas layanan dan menyesuaikan kapasitas dengan jumlah penumpang.
Perkembangan Transportasi Laut dan Udara
Selain transportasi darat, BPS DKI Jakarta juga merilis data penumpang transportasi laut dan udara:
Pelabuhan Tanjung Priok (Desember 2025)
Penumpang berangkat: 26.342 orang (naik 76,11 persen bulanan, naik 26,49 persen tahunan)
Penumpang datang: 24.336 orang (turun 0,09 persen bulanan, turun 4,64 persen tahunan)
Bandara Halim Perdanakusuma (Desember 2025)
Penumpang berangkat: 97.782 orang (naik 5,33 persen bulanan, turun 37,91 persen tahunan)
Penumpang datang: 92.881 orang (naik 1,26 persen bulanan, turun 39,06 persen tahunan)
Data ini menunjukkan perbedaan pola penggunaan moda transportasi. Transportasi laut mengalami peningkatan signifikan bulanan, sementara transportasi udara menunjukkan penurunan tahunan yang cukup besar, kemungkinan akibat perbandingan dengan periode sebelum pandemi dan tren perjalanan domestik.
Analisis Tren Transportasi Jakarta
Menurut Kadarmanto, kenaikan tahunan pada moda transportasi darat menandakan pemulihan dan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik.
“Meskipun terdapat penurunan bulanan untuk beberapa moda, tren tahunan menunjukkan pertumbuhan positif, yang sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di Jakarta,” kata Kadarmanto.
Dengan tren ini, masyarakat semakin memanfaatkan transportasi publik untuk aktivitas kerja, pendidikan, dan mobilitas harian. Kenaikan penumpang LRT Jakarta menunjukkan bahwa moda ini menjadi alternatif menarik bagi masyarakat, terutama pada rute-rute tertentu.
Peran Transportasi Publik dalam Mengurangi Kemacetan
Transportasi publik memiliki peran penting dalam menekan kemacetan dan mengurangi emisi karbon. Kenaikan jumlah penumpang tahunan di Transjakarta, MRT, dan LRT menunjukkan bahwa program peningkatan layanan transportasi publik berjalan efektif.
Selain itu, pertumbuhan jumlah perjalanan dan armada memberikan fleksibilitas bagi penumpang. Ketersediaan moda transportasi yang andal menjadi faktor penting agar masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, yang pada akhirnya mendukung kebijakan transportasi berkelanjutan di Jakarta.
Jumlah penumpang Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta menunjukkan tren positif secara tahunan pada Januari 2026, masing-masing meningkat 13,04 persen, 13,00 persen, dan 17,89 persen.
Meski terdapat penurunan bulanan di beberapa moda, peningkatan tahunan menandakan pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik. Data ini juga menekankan pentingnya penambahan armada dan perjalanan, serta pengembangan fasilitas agar transportasi publik semakin nyaman dan efisien.
Transportasi publik darat, laut, dan udara di Jakarta terus menyesuaikan layanan dengan kebutuhan penumpang, menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan mobilitas, mengurangi kemacetan, dan memperkuat konektivitas antar wilayah.
Jumlah armada, perjalanan, serta tren pertumbuhan penumpang menjadi indikator keberhasilan kebijakan transportasi publik Jakarta, sekaligus memberikan gambaran kesiapan moda transportasi dalam menghadapi lonjakan penumpang di masa mendatang.