Kementan-Industri Pakan Tunda Kenaikan Harga Demi Peternak Ayam

Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:04:31 WIB
Kementan dan Industri Pakan Tunda Kenaikan Harga Pakan Ayam [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama industri pakan menyetujui penundaan kenaikan harga pakan ayam sebagai langkah melindungi peternak ayam petelur dan mempercepat pemulihan harga telur di tingkat produsen.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda menyampaikan pihaknya telah mempertemukan koperasi peternak ayam petelur dengan industri pakan guna mengulas kenaikan harga pakan yang dikeluhkan peternak di tengah rendahnya harga telur di tingkat produsen.

"Kami berupaya meningkatkan harga telur sesuai harga acuan, termasuk mencari solusi agar di saat harga telur belum sesuai harga acuan ini, pabrik pakan menunda kenaikan harga pakan sampai kondisi harga telur membaik sebagaimana yang kami harapkan," kata Agung dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Kementan dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama koperasi peternak, industri pakan, Satgas Pangan Polri, BUMN, serta pelaku usaha menyepakati sejumlah langkah konkret guna memulihkan harga telur dan menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat, salah satunya penundaan kenaikan harga pakan.

Menurut Agung, industri pakan memahami kondisi peternak sehingga berkomitmen menunda kenaikan harga pakan sambil menunggu harga telur kembali berada di atas biaya produksi, sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan usaha peternak rakyat nasional.

Kenaikan harga bahan baku impor, biaya distribusi, maupun nilai tukar rupiah menjadi faktor yang memicu biaya produksi industri pakan.

"Teman-teman pabrik pakan juga berkomitmen menahan kenaikan harga pakan. Memang sekitar 30 persen bahan baku pakan masih impor sehingga dipengaruhi kenaikan kurs, biaya distribusi, maupun harga bahan baku dunia," katanya.

Meskipun demikian, lanjut Agung, produsen pakan menyatakan siap menjaga stabilitas harga sebagai wujud dukungan terhadap peternak rakyat yang menyumbang sekitar 98 persen produksi telur nasional.

"Mengingat kondisi harga telur yang masih belum baik, para feedmill (pabrik pakan) sepakat menahan dulu kenaikan harga pakan sambil melihat perkembangan harga telur sehingga keberlanjutan peternak rakyat terus terjaga," beber Agung.

Ia mengungkapkan harga pakan ternak di pasaran saat ini dilaporkan sangat bervariasi, mulai dari Rp9.000 per kilogram untuk pakan broiler hingga jenis lain yang berkisar antara Rp8.000 sampai Rp9.000 per kg.

Selain itu, terdapat pula pakan yang seharga Rp7.000 per kg, bahkan beberapa jenis lainnya tersedia dengan harga di bawah Rp6.000 per kg.

Oleh sebab itu, Agung mendorong agar koperasi-koperasi yang membawahi para peternak langsung membeli pakan dari pabrik pakan.

"Begitu juga bagi yang melakukan pencampuran mandiri (self-mixing), untuk pembelian SBM-nya (Soybean Meal) bisa langsung ke importir, baik swasta maupun BUMN (PT Berdikari). Kami memfasilitasi pembelian langsung agar harganya tidak terlalu mahal dengan memotong jalur distribusi," ucapnya.

Guna menjaga stabilitas harga ayam, pemerintah turut mempercepat penyaluran jagung pakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi peternak mikro dan kecil untuk membantu menekan biaya produksi selama harga pakan meningkat.

Di samping menjaga biaya produksi, pemerintah mendorong penggenjotan penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar harga di tingkat peternak segera mengalami pemulihan.

Agung menegaskan upaya tersebut sebagai langkah cepat melindungi peternak ayam petelur di tengah harga telur yang masih berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah Rp26.500 per kilogram.

Tags

Terkini