Jababeka (KIJA) Bukukan Pendapatan Rp2,43 Triliun pada Semester I/2026

Senin, 03 Agustus 2026 | 23:54:01 WIB
Terbeban Biaya Nonoperasional, KIJA Alami Rugi pada Semester I/2026 [FOTO: NET].

JAKARTA – Emiten pengembang kawasan industri PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA) membukukan pergerakan kinerja yang lesu sepanjang enam bulan pertama 2026. Merujuk pada laporan keuangan per 30 Juni 2026, emiten berikrar kode saham KIJA tersebut meraup pendapatan senilai Rp2,43 triliun. 

Capaian itu terkoreksi 10,63% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan posisi Rp2,72 triliun pada semester I/2025.

Selanjutnya, beban pokok penjualan serta pendapatan jasa hanya mengalami penyusutan 0,86% yoy menuju Rp1,59 triliun pada semester I/2026, dari posisi sebelumnya senilai Rp1,60 triliun. 

Alhasil, perolehan laba bruto konsolidasian merosot hingga 24,72% yoy menjadi Rp840,46 miliar dari sebelumnya Rp1,11 triliun.

 Adapun marjin bruto tercatat menyusut ke level 34% pada semester I/2026 dari posisi 41% pada periode serupa tahun lalu.

KIJA pun harus berbalik menanggung kerugian sebesar Rp177,88 miliar pada semester I/2026, bertolak belakang dari posisi surplus laba Rp310,65 miliar pada semester I/2025. 

Selanjutnya, laba sebelum dikurangi bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang disesuaikan milik KIJA menyentuh Rp747,7 miliar pada semester I/2026, turun 25% disandingkan dengan perolehan Rp995,3 miliar pada semester I/2025.

Wakil Direktur Utama KIJA Budianto Liman menerangkan bahwa perlambatan performa pada semester pertama tahun ini dipicu oleh lebih rendahnya sumbangan lini bisnis pengembangan lahan ketimbang semester pertama tahun lalu yang berada pada posisi sangat kokoh.

"Rugi bersih yang dilaporkan terutama disebabkan oleh biaya satu kali yang bersifat nonoperasional berupa rugi selisih kurs dan penghentian instrumen derivatif terkait refinancing Senior Notes kami," kata Budianto dalam siaran pers, dikutip Senin (3/8/2026).

Di luar pos-pos yang tak berulang tersebut, dirinya menegaskan bahwa perseroan tetap sanggup mencatatkan hasil positif pada level operasional. Budianto mengutarakan perseroan mencermati adanya geliat permintaan yang baik untuk lahan industri, baik di kawasan Cikarang maupun Kendal.

Corporate Secretary KIJA Muljadi Suganda menambahkan bahwasanya defisit yang dialami perseroan dipicu oleh beban nonoperasional yang muncul akibat aksi refinancing Senior Notes Perseroan menjadi fasilitas pinjaman bank, mencakup rugi selisih kurs sebesar Rp280,7 miliar, kerugian senilai Rp154,6 miliar atas pembatalan instrumen derivatif (lindung nilai/hedging), serta beban amortisasi yang dipercepat atas penebusan (redemption) Senior Notes 2027 sebesar Rp24,9 miliar.

Selanjutnya, kemerosotan laba bruto konsolidasian disebabkan oleh menurunnya kontribusi pelepasan lahan industri yang secara umum mengantongi marjin lebih tinggi, serta naiknya porsi Pilar Infrastruktur yang menyuplai pendapatan berulang secara lebih stabil walau dengan marjin yang lebih rendah disandingkan dengan penjualan lahan.

"Selain itu, segmen listrik juga mencatatkan marjin yang sementara lebih rendah pada semester I/2026 akibat faktor operasional yang menurut Perseroan bersifat sementara dan tidak mencerminkan potensi laba jangka panjang segmen tersebut," papar Muljadi.

Lebih lanjut, laba operasional KIJA yang menyentuh Rp524 miliar pada semester I/2026 juga mengalami penurunan dari Rp822,8 miliar pada semester I/2025 akibat dipicu oleh penyusutan pendapatan lahan industri imbas perbedaan waktu pengakuan pendapatan di area Kendal.

Walau demikian, Muljadi menggarisbawahi bahwa KIJA konsisten membukukan laba operasional yang ditopang oleh pertumbuhan berkesinambungan lini bisnis infrastruktur penghasil recurring income.

 Perseroan pun merasa optimis bahwasanya diversifikasi portofolio bisnis serta meningkatnya pendapatan berulang bakal terus menjadi pijakan yang kokoh demi pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

Terkini

Diding Boneng Tutup Usia, Dunia Hiburan Berduka

Senin, 03 Agustus 2026 | 02:10:31 WIB

Red Velvet Rilis EP Velvet Summer pada Agustus

Senin, 03 Agustus 2026 | 02:05:32 WIB

Telkom Perluas Digitalisasi Pendidikan Lewat PIJAR

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:53:01 WIB