Efisiensi Biaya, Laba MPMX Grup Saratoga Naik 23% di Semester I/2026

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:45:31 WIB
MPMX Catat Laba Bersih Rp336 Miliar di Semester I/2026, Naik 23% [FOTO: NET].

JAKARTA — Emiten otomotif Grup Saratoga, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX) membukukan lonjakan laba bersih sebesar 23% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp336 miliar pada semester I/2026. 

Kenaikan laba tersebut ditopang oleh perbaikan margin di berbagai lini usaha kendati pendapatan perseroan cenderung stagnan.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2026, MPMX mengantongi pendapatan bersih sebesar Rp7,7 triliun, menyusut tipis 1% disandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, perusahaan berhasil mengerek profitabilitas lewat efisiensi beban biaya serta optimalisasi bauran bisnis.

Laba kotor terangkat 6% YoY menjadi Rp691 miliar, sedangkan laba usaha meningkat 25% YoY menjadi Rp366 miliar.

Grup Chief Financial Officer (CFO) MPMX Beatrice Kartika menyampaikan bahwa strategi perusahaan dalam menjaga kualitas pertumbuhan mulai membuahkan hasil positif.

"Kami mampu mempertahankan kinerja pendapatan secara relatif stabil sekaligus perbaikan margin di berbagai segmen usaha, melalui disiplin dalam pengelolaan biaya, serta penguatan kualitas portofolio di berbagai lini bisnis," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

Beatrice menambahkan, MPMX akan terus memelihara keseimbangan antara pertumbuhan, azas kehati-hatian, serta efisiensi demi mempertahankan kinerja yang berkelanjutan.

Seiring dengan penguatan profitabilitas, margin laba kotor MPMX meningkat ke posisi 9%, sedangkan margin laba usaha naik menjadi 4,7% dan margin laba bersih menjadi 4,4%, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Melihat dari sisi operasional, segmen distribusi dan ritel masih memegang peran sebagai kontributor utama. 

Pendapatan bersih segmen ini tercatat Rp7,3 triliun atau hanya melorot 0,4% YoY. Penjualan sepeda motor pada bisnis distribusi (MPMulia) turun 3% menjadi Rp6 triliun, namun pendapatan layanan purna jual berhasil tumbuh 9% menjadi Rp751 miliar.

Sementara itu, bisnis ritel mengantongi kenaikan penjualan sepeda motor sebesar 6% menjadi Rp1,7 triliun dan pendapatan layanan purna jual melonjak lebih dari 9% menjadi Rp51 miliar.

 Laba kotor segmen distribusi dan ritel menguat 6% menjadi Rp616 miliar dengan margin laba kotor membaik ke level 8,5% dari sebelumnya 7,9%, mencerminkan komposisi pendapatan yang lebih optimal.

Pada lini bisnis asuransi, MPMInsurance membukukan pendapatan asuransi senilai Rp434 miliar, terkoreksi 10% YoY imbas melemahnya kontribusi lini asuransi kendaraan bermotor dan bisnis lainnya.

Kendati demikian, perusahaan sanggup menekan biaya jasa asuransi sebesar 13% menjadi Rp357 miliar sehingga hasil jasa asuransi terangkat 4% menjadi Rp77 miliar. Sementara itu, hasil investasi melorot 31% menjadi Rp18 miliar akibat lebih rendahnya perolehan dari instrumen saham.

Di segmen penyewaan kendaraan, MPMRent mengantongi pendapatan bersih senilai Rp706 miliar atau terkikis 4% YoY. Penurunan tersebut terpengaruh oleh berkurangnya jumlah armada yang disewakan, layanan pengemudi, serta volume penjualan mobil bekas.

Namun, laba kotor berhasil naik 11% menjadi Rp163 miliar dengan margin laba kotor terangkat menjadi 23,1% berkat tata kelola biaya yang lebih efektif dan optimalisasi bauran bisnis.

Adapun pada bisnis pembiayaan, JACCS MPMFinance Indonesia membukukan pendapatan bersih sebesar Rp311 miliar atau merosot 43% YoY seiring langkah strategi bisnis yang lebih selektif dan prudent

Kendati begitu, beban operasional sanggup ditekan 45% menjadi Rp275 miliar sehingga rugi bersih segmen menyusut 58% menjadi Rp41 miliar dari Rp97 miliar pada semester I/2025.

Sebagai informasi, MPMX merupakan perusahaan konsumer otomotif dengan portofolio bisnis mencakup distribusi dan ritel sepeda motor, asuransi umum, transportasi, hingga pembiayaan.

 Perseroan didirikan pada 1987 oleh William Soeryadjaya dan saat ini tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Secara struktur kepemilikan, MPMX mayoritas dimiliki oleh Saratoga Group. Perseroan juga konsisten mengembangkan ekosistem bisnis mobilitas melalui beragam lini usaha yang meliputi penjualan kendaraan, layanan purnajual, transportasi, dan jasa keuangan.

Terkini