JAKARTA — Emiten kepunyaan Hermanto Tanoko, PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) mencatatkan capaian kinerja yang kokoh sepanjang rentang Januari—Juni 2026. Perolehan laba bersih perseroan bahkan mampu melesat dobel digit pada periode tersebut.
Mengutip rilis laporan keuangan perusahaan, CLEO sukses meraup nilai penjualan yang melonjak 23,77% secara year on year (YoY) dari semula Rp1,36 triliun pada paruh pertama 2025 menjadi Rp1,69 triliun dalam rentang periode serupa di 2026.
Lini botol serta non-botol yang bertindak sebagai kontributor utama dalam porsi penjualan perseroan, berhasil menunjukkan performa penjualan yang merangkak naik pada periode ini.
Lini botol mencetak nilai penjualan Rp963,76 miliar, terangkat 28,81% (YoY) dan lini non-botol mengamankan Rp704,00 miliar, terangkat 20,10% (YoY).
Selaras dengan lonjakan omzet perseroan, CLEO mencatat beban pokok penjualan yang ikut membengkak menjadi Rp753,24 miliar. Torehan itu terkoreksi naik 29,17% (YoY) dibanding posisi sebelumnya sebesar Rp583,13 miliar.
Kendati demikian, seusai dikurangi aneka beban beserta pajak, CLEO sukses mengamankan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih yang melompat 23,26% (YoY) dari posisi Rp207,54 miliar, menuju Rp255,82 miliar sepanjang kurun Januari—Juni 2026.
CEO CLEO Melisa Patricia, melalui rilis resminya memaparkan bahwa rekam kinerja tangguh CLEO pada kurun waktu ini salah satunya disokong oleh efisiensi rantai pasok yang terintegrasi, bermodalkan 32 jaringan pabrik yang tersebar luas di penjuru Nusantara.
Pengoperasian 32 fasilitas pabrik tersebut diklaim memampukan CLEO menekan biaya angkut distribusi dan logistik. Selain itu, jangkauan jaringan distribusi CLEO yang menembus lebih dari 11.000 titik simpul juga dinilai mempermudah konsumen dalam mengakses produk CLEO.
“Kami bersyukur dapat membukukan pertumbuhan laba yang melampaui pertumbuhan penjualan. Capaian ini mencerminkan efektivitas strategi Perseroan dalam menjaga efisiensi operasional sekaligus meningkatkan profitabilitas,” katanya dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (2/8/2026).
Melihat dari aspek neraca keuangan, total aset CLEO tercatat mengalami pertumbuhan dari Rp3,01 triliun pada Desember 2025, menjadi Rp3,50 triliun pada posisi Juni 2026.
Di samping itu, jumlah liabilitas perseroan turut membengkak ke level Rp933,46 miliar per Juni 2026, dari angka Rp706,66 miliar pada posisi Desember 2025.
Meski demikian, total ekuitas perseroan juga mencatatkan penguatan dari Rp2,31 triliun per Desember 2025 menjadi Rp2,57 triliun pada posisi Juni 2026.