IHSG Berpeluang Lanjut Reli Agustus 2026, 3 Faktor Jadi Katalis

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:46:31 WIB
IHSG Punya Peluang Lanjut Penguatan di Agustus 2026, Cek Faktornya [FOTO: NET].

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengantongi peluang untuk meneruskan tren kenaikan pada Agustus 2026 usai membukukan performa bulanan terbaik di sepanjang tahun ini.

Kendati demikian, mekanisme penunjukan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru beserta rilis indikator data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) diperkirakan menjadi sentimen utama yang mengarahkan pergerakan bursa.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menyebutkan bahwa secara historis Agustus merupakan periode yang positif bagi laju IHSG. 

Sejak 2020, pergerakan indeks senantiasa ditutup menguat pada bulan kedelapan tersebut dengan rerata kenaikan 2,83%, termasuk reli sebesar 4,63% pada Agustus 2025 yang menjadi pemantik beruntun rekor penutupan indeks.

"Secara probabilitas, kami memperkirakan peluang IHSG menguat pada Agustus berada di kisaran 60% hingga 65%. Angka ini memang lebih rendah dibandingkan tingkat keberhasilan historis 100%, karena pasar kini harus memperhitungkan risiko suksesi Gubernur BI dan ketidakpastian data ekonomi AS," ujar Liza dalam risetnya, Jumat (31/7/2026).

Sepanjang perjalanan Juli 2026, IHSG menguat signifikan sebesar 6,13% menuju level 6.236,12. Walau demikian, secara year to date (YtD) laju indeks masih terkoreksi sekitar 27,88%, sehingga ruang untuk pemulihan dinilai tetap terbuka apabila dinamika sentimen domestik tetap kondusif.

Berdasarkan penilaian Liza, secara teknikal momentum penguatan juga mulai memperlihatkan perbaikan. Tren reli pada Juli menjadi yang paling bertenaga sepanjang 2026 dan sukses membawa posisi IHSG kembali berada di atas rata-rata pergerakan (moving average) 10 hari serta 20 hari.

Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI) harian berada di level netral 53,6 sehingga belum memancarkan sinyal kondisi jenuh beli (overbought).

Liza memproyeksikan IHSG bakal bergerak pada rentang 6.050 hingga 6.450 sepanjang Agustus sebelum meneruskan tren menuju target pemungkas akhir tahun pada level 7.000.

"IHSG masih berada dalam kanal konsolidasi yang sehat menuju bullish sejak Juni. Selama area 6.050 hingga 6.000 mampu dipertahankan, peluang kenaikan bertahap tetap terbuka," katanya.

KATALIS

Liza mencermati terdapat tiga katalis utama yang akan membentuk arah sentimen pasar sepanjang Agustus.

Pertama, penetapan penetapan nama Gubernur BI definitif. Hingga akhir Juli, Presiden belum menyodorkan nama calon kepada pihak DPR menyusul kekosongan kursi Gubernur BI sejak 27 Juli akibat usainya masa jabatan Perry Warjiyo. Saat ini, posisi pelaksana tugas (Plt.) Gubernur BI diemban oleh Destry Damayanti.

Menurut analisis Liza, jika pemerintah mengajukan jajaran nama seperti Destry Damayanti, Muliaman D. Hadad, atau Aida S. Budiman, respons pasar kemungkinan akan menilai kebijakan moneter tetap berjalan selaras (policy continuity).

Sebaliknya, apabila Thomas Djiwandono yang ditunjuk, dinamika pasar berpotensi menguji persepsi publik terhadap tata kelola kebijakan ekonomi.

Kedua, pembacaan Nota Keuangan beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 menyongsong agenda Hari Kemerdekaan. 

Para pelaku pasar akan mencermati asumsi pertumbuhan ekonomi, target defisit fiskal, besaran kebutuhan pembiayaan, hingga sinyal pemerintah terkait arah kepemimpinan di tubuh BI.

Ketiga, rilis data Nonfarm Payrolls Amerika Serikat pada 7 Agustus. Menurut keterangan Liza, data tersebut bakal menyedot perhatian utama seusai Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menghentikan tradisi pemberian arahan kebijakan (forward guidance), sehingga kondisi pasar kini jauh lebih sensitif terhadap rilis data ekonomi dibanding penyampaian komunikasi bank sentral.

"Data ketenagakerjaan AS akan sangat menentukan ekspektasi suku bunga The Fed pada September, arah dolar AS, dan aliran dana ke emerging markets," ujarnya.

REKOMENDASI SAHAM

Bilamana skenario dasar tersebut dapat terealisasi, pihak Kiwoom Sekuritas menilai deretan sektor tertentu berpeluang menjadi penerima dampak positif utama.

Sektor perbankan seperti BBCA, BBRI, serta BMRI dipandang menjadi opsi pilihan utama sekiranya pasar menyambut positif penetapan Gubernur BI baru dan koordinasi kebijakan pemerintah terjalin kian solid.

Di sektor komoditas, emiten saham nikel seperti INCO dan ANTM diperkirakan bakal mendulang dukungan apabila indeks dolar AS melemah sehingga harga komoditas logam dasar kembali merangkak naik.

Sementara itu, TLKM turut dinilai prospektif lantaran tergolong sebagai salah satu aset strategis di dalam portofolio Danantara yang berpotensi mengantongi dukungan kebijakan saat sinergi koordinasi pemerintah semakin padu pada paruh kedua tahun ini.

Terkini