BNPB Prioritaskan Palangka Raya dan Pulang Pisau Tangani Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 17:47:01 WIB
Kalteng Tanggap Darurat Karhutla, BNPB Kerahkan Pesawat dan OMC [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana menegaskan Kota Palangka Raya beserta Kabupaten Pulang Pisau ditunjuk sebagai area utama fokus penanganan serta mitigasi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.

Abdul Muhari selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB di Jakarta, Jumat, menyampaikan bahwa ketetapan ini dirumuskan lewat rapat koordinasi jajaran pimpinan BNPB bersama Pemprov Kalimantan Tengah.

"Pada rapat koordinasi sebelumnya diketahui sejumlah titik prioritas penanganan karhutla telah diidentifikasi, di antaranya Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau dan Kelurahan Kameloh Baru, Kota Palangka Raya," kata dia.

Abdul memaparkan bahwa seluruh armada pesawat yang tersedia siap diterjunkan guna menjalankan operasi penyiraman udara atau water bombing pada awan potensial di dua wilayah prioritas tadi.

Dukungan BNPB turut diwujudkan melalui kelengkapan peralatan dan sarana bagi tim petugas gabungan di Kalimantan Tengah dalam menggelar pemadaman darat, termasuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Menurut dia, pengerahan seluruh sumber daya penanggulangan bencana hidrometeorologi kering dari pemerintah pusat via BNPB dapat disalurkan seiring berlakunya status Tanggap Darurat Bencana di Kalimantan Tengah.

Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla yang diterbitkan secara resmi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah itu berlaku aktif setidaknya sampai dengan 31 Oktober 2026.

"Selain memperkuat upaya penanganan karhutla, Kepala BNPB juga meminta pemerintah daerah bersama seluruh instansi terkait untuk meningkatkan langkah antisipasi menghadapi potensi puncak El Nino dan kekeringan selama musim kemarau ini," kata dia.

Langkah ini ditempuh dengan rutin memantau dinamika iklim dan cuaca, memperketat patroli kawasan rawan karhutla, hingga menguatkan penegakan hukum bagi pembakar hutan dan lahan, baik individu maupun korporasi.

Guna melengkapi hal itu, pemda diharapkan langsung mendata serta memetakan daerah rawan kekeringan. 

Data identifikasi tersebut dipakai sebagai pijakan penyediaan sarana air bersih, contohnya pembuatan sumur bor, pemipaan jaringan air bersih, hingga distribusi air via mobil tangki agar kebutuhan warga tetap tercukupi sepanjang kemarau.

"Berdasarkan data terbaru, luas lahan yang terdampak kebakaran di Kalimantan Tengah tercatat mencapai 3.069,52 hektare. Kondisi tersebut menjadikan Kalimantan Tengah sebagai salah satu provinsi prioritas dalam penanganan karhutla, mengingat sebagian besar wilayahnya merupakan lahan gambut yang memiliki karakteristik mudah terbakar dan sulit dipadamkan," cetusnya.

Terkini