Semester I/2026, Marketing Sales BSDE Tembus Rp5,12 Triliun

Kamis, 30 Juli 2026 | 02:54:32 WIB
BSDE Raih Marketing Sales Rp5,12 Triliun pada Semester I/2026 [FOTO: NET].

JAKARTA — Korporasi pengembang properti milik grup Sinarmas, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE), membukukan perolehan pendapatan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp5,12 triliun sepanjang paruh pertama tahun 2026. 

Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengutarakan bahwa pencapaian tersebut setara dengan kira-kira 51% dari target prapenjualan untuk tahun 2026 yang dipatok pada angka Rp10 triliun, sekaligus mengalami kenaikan tipis sebesar 1% jika dibandingkan realisasi periode serupa tahun lalu yang berada di level Rp5,08 triliun.

"Pencapaian semester pertama mencerminkan kuatnya fundamental bisnis perseroan meskipun industri properti masih dibayangi dinamika suku bunga," ujarnya melalui keterangan tertulisnya dikutip Kamis (30/7/2026).

Dia menyambung bahwa pihak perseroan mampu mempertahankan pertumbuhan angka penjualan berkat penerapan strategi peluncuran produk yang terkurasi secara selektif, variasi portofolio yang luas, serta keunggulan kawasan township BSD City yang kian mapan.

Dari segi susunan komposisi penjualan, lini segmen residensial masih menduduki posisi sebagai penyumbang terbesar dengan nilai mencapai Rp2,44 triliun atau berkisar 48% dari total prapenjualan semester I/2026. 

Di sisi lain, sektor komersial yang meliputi commercial lot, bangunan apartemen, hingga ruko membukukan sumbangsih sebesar Rp2,32 triliun atau setara 45% dari total keseluruhan marketing sales. Sementara itu, kelompok segmen lainnya memberikan andil sejumlah Rp364 miliar atau menyumbang sekitar 7% dari total prapenjualan.

Secara basis kuartalan, BSDE mencatatkan angka prapenjualan senilai Rp2,58 triliun pada kuartal II/2026, yang menunjukkan peningkatan sekitar 2% apabila disandingkan dengan kuartal sebelumnya. Lonjakan tersebut mengindikasikan bahwa tingkat permintaan pasar terhadap produk hunian maupun komersial masih berada dalam kondisi yang terjaga dengan baik.

Kawasan BSD City kembali bertindak sebagai motor penggerak utama pertumbuhan korporasi dengan memberikan kontribusi sekitar 66% terhadap total keseluruhan prapenjualan semester I/2026. Penjualan tersebut utamanya ditopang oleh kehadiran sejumlah proyek unggulan, di antaranya Nava Park, Hiera, Armont Residences, Eonna, Terravia, Vireya, hingga Izzi. 

Di samping BSD City, beberapa proyek di wilayah lain turut mencatatkan performa keuangan yang menggembirakan, seperti Dovia yang terletak di Grand Wisata Bekasi, Orlens di kawasan Kota Wisata Cibubur, serta El Como yang berlokasi di Grand City Balikpapan.

Segmen Komersial Tetap Kuat

Di samping produk hunian, lini komersial turut memegang peranan vital sebagai pilar pertumbuhan prapenjualan BSDE sepanjang paruh pertama tahun ini. Penjualan dari produk ruko tercatat menyentuh angka Rp1,28 triliun, yang kemudian diikuti oleh commercial lot sebesar Rp789 miliar serta unit apartemen senilai Rp247 miliar. 

Motor utama penopang penjualan komersial ini bersumber dari proyek Nava Park Business Suites, Blueprint Design & Community Center, Delrey, serta West Village 2 yang seluruhnya bertempat di kawasan BSD City. Sementara itu, kinerja penjualan apartemen didorong oleh proyek Aerium, The Elements, serta Southgate di wilayah Jakarta, di samping proyek Akasa dan Upper West di BSD City.

Menurutnya, eskalasi aktivitas bisnis, sektor ekonomi, dan dinamika gaya hidup di berbagai wilayah township milik BSDE turut memicu peningkatan tingkat permintaan terhadap produk-produk komersial.

Menyongsong paruh kedua tahun 2026, pihak BSDE memandang bahwa minat pasar terhadap hunian bermutu tinggi serta kawasan hunian terpadu masih akan menjadi tumpuan utama industri properti. Di samping didorong oleh kebutuhan mendasar dari para pengguna akhir (end-user), daya tarik properti sebagai instrumen penanaman modal jangka panjang juga dinilai tetap tangguh, khususnya untuk jajaran proyek premium di BSD City.

Guna menjaga kelangsungan momentum ekspansi tersebut, perseroan berencana meneruskan strategi peluncuran produk secara selektif yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar, di samping tetap mempertahankan pendekatan penjualan yang penuh kehati-hatian (prudent).

"Didukung oleh portofolio produk yang beragam, kekuatan BSD City sebagai township unggulan, serta program pemasaran nasional Royal Key yang kompetitif, kami optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dan mencapai target prapenjualan tahun 2026 sebesar Rp10 triliun,” tegasnya.

Terkini