Semester I/2026, Laba Bersih WIKA Beton Naik 9,14% Jadi Rp4,74 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 | 02:42:01 WIB
Laba WIKA Beton Tumbuh 9,14% Jadi Rp4,74 Miliar pada Semester I/2026 [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) mencatatkan kenaikan laba bersih sepanjang semester I/2026 yang ditopang oleh efisiensi operasional serta dominasi sokongan dari segmen produk putar. Merujuk pada laporan keuangan korporasi, anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) tersebut mengantongi laba bersih senilai Rp4,74 miliar pada paruh pertama tahun 2026. 

Pencapaian itu mengalami pertumbuhan sebesar 9,14% secara tahunan (year on year/YoY) jika disandingkan dengan periode serupa tahun lalu. Kenaikan bottom line WTON ini digerakkan oleh perolehan pendapatan usaha yang menyentuh angka Rp1,48 triliun selama enam bulan pertama tahun 2026. 

Selain faktor tersebut, performa finansial perseroan turut didukung oleh upaya penghematan operasional melalui penerapan sistem digital berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) serta aksi divestasi aset yang tidak produktif.

Sekretaris Perusahaan WIKA Beton Ignatius Harry mengutarakan bahwa penataan komposisi keuangan dan efisiensi yang dijalankan perseroan dimaksudkan untuk mempertahankan stabilitas bisnis di tengah gejolak industri konstruksi.

"Kestabilan operasional dan keuangan yang tercapai saat ini menunjukkan langkah WIKA Beton sudah cukup efektif, dengan fokus utama menjaga ritme pertumbuhan demi mewujudkan penciptaan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan," ujar Ignatius dalam keterangan resminya, Kamis (30/7/2026).

Dari sudut pandang kontribusi usaha, susunan pendapatan WTON sepanjang semester I/2026 dikuasai oleh segmen produk putar yang memberikan andil sebesar 47,91% terhadap total pemasukan. 

Sementara itu, lini produk non-putar menyumbangkan bagian sebesar 34,44%, disusul oleh segmen bidang konstruksi sebanyak 13,27%, serta segmen jasa yang menyumbang 4,37%.

Pemulihan kondisi WTON pun terlihat jelas pada parameter likuiditas serta rasio solvabilitas perusahaan. Posisi current ratio berada pada angka 130,95%, sedangkan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) mengalami penurunan dari level 81,75% menjadi 71,52% secara tahunan.

Menyongsong paruh kedua tahun 2026, pihak perseroan akan memusatkan perhatian pada penguatan implementasi tata kelola yang berkelanjutan sekaligus mengoptimalkan efisiensi pada rantai pasok.

Terkini