Laba Semester I/2026 Bank Jatim Naik 53,5% Jadi Rp1,2 T

Kamis, 30 Juli 2026 | 01:52:32 WIB
Bank Jatim Raup Laba Rp1,2 Triliun pada Semester I/2026 [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) atau Bank Jatim membukukan perolehan laba bersih tahun berjalan secara konsolidasian menyentuh angka Rp1,24 triliun sampai dengan pengujung semester I/2026, yang mengalami lonjakan sebesar 53,5% secara year on year (yoy) dari nominal sebelumnya yang senilai Rp811,11 miliar.

Berdasarkan lembar laporan keuangan yang dipublikasikan dalam Harian Bisnis Indonesia pada hari Kamis (30/7/2026), apabila ditinjau dari sisi bank only, Bank Jatim mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp708,43 miliar, atau mengalami kenaikan tipis 0,7% yoy jika dibandingkan dengan perolehan pada semester I/2025 yang berada di level Rp703,19 miliar.

Pertumbuhan laba yang diraih Bank Jatim tersebut ditopang oleh adanya kenaikan pada pos pendapatan bunga bersih serta sejumlah pos pendapatan operasional lainnya. Secara konsolidasi, total pendapatan bunga tercatat mencapai Rp6,61 triliun, atau meroket 36,5% yoy apabila disandingkan dengan perolehan semester I/2025 yang sejumlah Rp4,84 triliun. 

Sementara itu, jika dilihat secara bank only, pendapatan bunga Bank Jatim terpantau berada di angka Rp3,93 triliun, atau mengalami penurunan 5,9% yoy dari posisi sebelumnya yang tercatat senilai Rp4,17 triliun. Di sisi lain, besaran beban bunga tercatat membengkak hingga Rp1,95 triliun, atau naik 29,7% yoy dari periode sebelumnya yang sebesar Rp1,50 triliun.

BACA JUGA Semester I/2026, Aset Konsolidasi Bank Jatim Tembus Rp162,05 Triliun Komisaris hingga Direksi Bank Jatim (BJTM) Kompak Tambah Saham BJTM Raih Penghargaan BIA 2026 Kategori BPD dengan Aset di Atas Rp40 Triliun

Dengan kalkulasi tersebut, pendapatan bunga bersih Bank Jatim secara konsolidasian berhasil mencapai Rp4,66 triliun, atau bertumbuh sebesar 39,0% yoy dibandingkan catatan periode terdahulu yang senilai Rp3,34 triliun. Bergeser dari sisi pos pendapatan operasional lainnya, perseroan sukses membukukan tingkat pertumbuhan sebesar 38,9% yoy hingga menjadi Rp1,49 triliun dari posisi sebelumnya yang sebesar Rp1,07 triliun.

Konfirmasi kenaikan itu didorong oleh adanya peningkatan pada pos pendapatan komisi/provisi serta administrasi yang menyentuh angka Rp515,74 miliar, atau tumbuh 43,4% yoy dari catatan sebelumnya yang senilai Rp359,66 miliar. 

Tidak hanya itu, pos pendapatan lain-lain tercatat bernilai Rp318,32 miliar, atau melonjak 63,3% yoy dari posisi semula sebesar Rp194,94 miliar. Adapun untuk perolehan pos pendapatan dividen tercatat senilai Rp9,67 miliar, setelah sebelumnya pada kurun waktu yang sama tahun lalu perseroan belum mencatatkan adanya pemasukan dari pos tersebut.

Sementara itu, akumulasi total aset konsolidasian Bank Jatim terpantau berada di kisaran Rp162,06 triliun terhitung per tanggal 30 Juni 2026. Dari segi fungsi intermediasi, total kredit serta pembiayaan secara konsolidasian tercatat menyentuh angka Rp96,01 triliun. Di samping itu, perolehan pos dana pihak ketiga (DPK) konsolidasian berhasil membukukan nilai Rp120,42 triliun hingga akhir semester I/2026.

Ditinjau dari aspek kualitas aset perusahaan, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross mengalami kenaikan ke level 4,38% dari posisi sebelumnya yang sebesar 4,15%, sementara itu untuk rasio NPL net turut mengalami peningkatan menjadi 2,45% dari catatan terdahulu di angka 1,98%. 

Di sisi lain, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (KPMM) secara konsolidasian berada pada posisi yang solid di level 27,59%, atau mengalami penguatan jika dibandingkan dengan tahun lalu yang sebesar 24,25%. 

Berkenaan dengan indikator rasio profitabilitas, tingkat return on asset (ROA) terkerek naik menjadi 1,80% dari posisi sebelumnya di angka 1,77%, sedangkan rasio margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) mengalami koreksi turun ke level 5,90% dari catatan semula sebesar 6,15%. Terakhir, rasio pinjaman terhadap dana pihak ketiga atau loan to deposit ratio (LDR) tercatat mengalami peningkatan hingga bertengger di angka 91,24% dari posisi sebelumnya yang sebesar 85%.

Terkini